Pentingnya Pendidikan Karakter
Oleh
: Siti Ahfiana, S.Pd.I
(Tenaga
Pendidik di MI Miftahul Huda Kecapi Jepara)
Pendidikan karakter terdiri dari dua kata yaitu pendidikan dan
karakter. Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah daya upaya untuk memajukan
budi pekerti, pikiran, serta jasmani agar dapat memajukan kehidupan yang
selaras dengan alam dan masyarakatnya. Karakter menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia merupakan sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang
membedakan seseorang dari yang lain. Menurut T. Ramli, pendidikan karakter
memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan
akhlak (Kemendiknas, 2010).
pendidikan karakter tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan
karakter merupakan suatu sistem penerapan nilai-nilai moral pada peserta didik
melalui ilmu pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan implementasi nilai-nilai
tersebut, baik terhadap diri sendiri, sesama, lingkungan, bangsa dan negara
maupun Tuhan Yang Maha Esa, kebangsaan sehingga menjadi manusia yang memiliki
akhlaqul karimah.
Nilai-nilai pendidikan karakter yang dikembangkan di Indonesia yaitu
bersumber dari agama, Pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional, yaitu:
(1) religius, (2) jujur,(3)toleransi,(4) disiplin,(5) kerja keras, (6) kreatif,
(7) mandiri, (8) demokratis, (9) rasa ingin tahu, (10) semangat kebangsaan,
(11) cinta tanah air, (12) menghargai prestasi, (13) bersahabat/komunikatif,
(14) cinta damai, (15) gemar membaca, (16) peduli lingkungan, (17) peduli
sosial, dan (18) tanggung jawab (Puskurbuk, 2011: 3).
Pemahaman yang mendalam dari praktisi pendidikan terhadap konsep
pendidikan karakter menjadi taruhan bagi keberhasilan pendidikan karakter di
setiap satuan pendidikan. Meskipun pendidikan karakter sudah diintegrasikan di
sekolah sekolah di Wilayah Kota Jepara, namun hasil nyatanya belum terlihat
dengan jelas. Proses pendidikan karakter tidak dapat langsung dilihat hasilnya
dalam proses waktu yang singkat, tetapi memerlukan proses yang kontinyu dan
konsisten. Pendidikan karakter berkaitan dengan waktu yang panjang sehingga
tidak dapat dilakukan dengan satu kegiatan saja. Itulah sebabnya pendidikan
karakter sangat penting. Pendidikan karakter harus diimplementasikan kemudian
diintegrasikan dalam kehidupan sekolah, baik dalam konteks pembelajaran di
dalam kelas maupun di luar kelas.
Baca Juga : Tingkatan Kecakapan Tiap Ranah
Orang tua menjadi orang yang paling tanggung jawab atas perkembangan
karakter anak karena keluarga merupakan penyelenggara pendidikan paling utama
dan pertama sebelum pendidikan pendamping lainnya. Orang tua juga turut berperan
daam perkkembangan karakter anak di sekolah. Ada beberapa kegiatan yang bisa
orang tua lakukan seperti: memantau perkembangan perilaku anak mereka melalui
buku kegiatan siswa yang sudah disiapkan pihak sekolah, aktif mengikuti kegiatan
rutin atau bergilir yag dilaksanakan pihak sekolah Dallam petemuan-pertemuan
antara orang tua dengan wali kelas dan guru-guru kelas.
Di era Digital ini anak-anak usia sekolah dasar tidak bisa lepas
dari gadjet bahkan menjadi sebuah kebutuhan. Gadget bagi mereka adalah teman
setia. Kondisi seperti itu, orang tua perlu memperkenalkan kepada anak-anak
mengenai situs pendidikan bila menggunakan gadget, seperti video-vidio animasi
yang mengedukasi sehingga anak tidak mudah bosan, atau games pendidikan gams
yang mengasah kemampuan kognitif, video tata cara sholat dan program-program
belajar lainnya yang penting untuk diingat. Orang tua juga berperan mengawasi
dan membatasi anak-anakk dalam menggunakan ponsel, atur waktu kapan ia harus
mengerjakan tugas sekolahnya, bersosialisasi dengan teman, bersosialisasi
dengan keluarga dan menggunakan ponsel atau gadget.
Implementasi Pendidikan Karakter
Pembentukan karakter positif dapat dilakukan melalui empat
pendekatan berikut:Pertama, pendekatan instruktif-struktural, yaitu strategi
pembentukan karakter di sekolah sudah menjadi komitmen dan kebijakan pemimpin
sekolah sehingga lahir berbagai peraturan atau kebijakan yang mendukung
terhadap berbagai kegiatan berkarakter di sekolah beserta berbagai sarana dan
prasarana pendukungnya termasuk dari sisi pembiasaan.
Kedua, pendekatan formal-kurikuler, yaitu strategi pembentukan
karakter di sekolah dilakukan dalam pengintegrasian dan pengoptimalan Kegiatan
Belajar Mengajar(KBM) di semua mata pelajaran dan karakter yang dikembangkan.
Ketiga, pendekatan mekanik-fragmented,yaitu strategi pembentukan
karakter di sekolah di dasari oleh pemahaman bahwa kehidupan terdiri atas
berbagai aspek dan pendidikan dipandang sebagai penanaman dan pengembangan
seperangkat nilai kehidupan yang masingmasing bergerak dan berjalan menurut
fungsinya.
Keempat, pendekatan organik-sistematis,yaitu pendidikan karakter
merupakan kesatuan atau sebagai sistem sekolah yang berusaha mengembangkan
pandangan atau semangat hidup berbasis nilai dan etika,yang dimanifestasikan
dalam sikap hidup, perilaku, dan keterampilan hidup yang berkarakter bagi
seluruh warga sekolah



0 Comments